#ceritakudiundip #undip #universitasdiponegoro
Di era normal model pembelajaran online baru, dibutuhkan banyak upaya untuk mempersiapkan sekolah, karena tidak semua protokol kesehatan diperlukan sekolah untuk menggunakannya secara maksimal.
Tak bisa dipungkiri, menyiapkan semua peralatan sesuai dengan protokol sanitasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sarana dan prasarana lain juga harus disediakan. Namun jika melihat sumber pendanaan yang dimiliki setiap orang, sumber pendanaan sangat terbatas dan seringkali kurang.
Dulu, banyak sekolah masih membutuhkan bantuan orang tua dan komite sekolah untuk beroperasi, apalagi jika harus menyediakan semua alat atau persyaratan perjanjian kesehatan Covid-19, banyak sekolah yang tidak membutuhkannya.
Namun ada beberapa sekolah/Madrasah saat ini sudah membuka kegiatan pembelajaran, walau dengan mengutamakan protokol kesehatan yang ada. Sekolah-sekolah tersebut tentunya membutuhkan bantuan dan perhatian dari stakeholder agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.
Undip sebagai salah satu Universitas di kota Semarang, saat ini memberikan bantuan kepada salah satu Pondok pesantren di kota Semarang Askhabul Kahfi Semarang agar tetap bisa melaksanakan pembelajaran offline. Hal ini juga sebagai wujud gotong-royong dalam memutus mata rantai Covid-19.
Adapun wujud bantuan dari Undip yaitu pemberian Handsanitizer dan Desinfektan sejumlah 175 liter kepada Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Mijen Semarang. Acara tersebut dikemas dalam sebuah sosialisai yang diikuti 50 perwakilan santri kelas 12 Madrasah dan SMK Askhabul Kahfi bertempat di Auditorium Ponpes Askhabul Kahfi.
Ketua penelitian Dr. Ali Khumaeni dalam paparannya mengatakan bahwa formula disinfektan dan handsanitizer tersebut dibuat dari koloid nanoperak non alkohol. Ukuran nano dari koloid perak tersebut menurut Ali dapat membunuh bakteri dalam 30 detik. Tak hanya itu, Ali juga memberikan cara membuat handsanitizer dari nanoperak tersebut kepada santri Askhabul Kahfi bersama anggota timnya yaitu Evi Setiawati,M.Si dan Zaenal Arifin, M.Si.

Komentar
Posting Komentar